Bodohnya Jiwa

Wahai JIWA! 

Kenapa bodohnya dikau? 

Berbagai rahmat Allah datang dalam bentuk peringatan, tapi kau abaikan bagai angin lalu.


Iya sih, sesaat inget, tapi tak lama kau lupakan kembali. 


Kebodohan jiwa yang tidak mengenal dengan baik betapa sayang Rabb nya kepada hamba-hambanya yang banyak bermaksiat dan berbuat dosa

Maksud saya adalah jiwa yang fajir dari sisi yang berseberangan dengan jiwa yang taqwa. Karena manusia memiliki dua sisi jiwa yang diilhami dengan TAQWA dan FUJUR, sebagaiman disebutkan di surat asy-Syams:

”Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan Fujur (kefasikan) dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (As-Syams: 8-10).

Maka selalu ada peluang yang memungkinkan manusia menjadi baik dan buruk, dan menjadi pilihan baginya untuk menentukan mana diantara keduanya itu yang akan mendominasi jiwanya.

Makanya ada Doa untuk Memohon Ketakwaan Dan Jiwa Yang Suci



Doa Memohon Ketakwaan Dan Jiwa Yang Suci


اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا، أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya([1]), Engkau pelindung dan Pemeliharanya”([2]).

_______________________________

([1]) Maksudnya tidak ada yang mampu menyucikan jiwa kecuali Allah ﷻ . (Syarah Sahih Muslim karya An-Nawawy 17/41).

([2]) HR. Muslim no.2722.

Lalu, teringat sebuah ayat:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلْكَرِيمِ


Arab-Latin: Yā ayyuhal-insānu mā gharraka birabbikal-karīm

Artinya: Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?



Wahai manusia yang mengingkari kebangkitan, apa yang membuatmu tertipu terhadap Tuhan Yang Maha Ppemurah, Pemilik Kebaikan Melimpah, yang berhak ditaati dan disyukuri? 

Dia yang menunda siksamu dan tidak menyegerakannya karena memuliakan kamu?

Apa yang mengelabuimu dan membuatmu berani ingkar kepada Tuhanmu yang Maha Dermawan, Dia Yang telah menciptakanmu dari ketiadaan, namun kemudian menciptakanmu dengan rupa yang baik dan anggota badan yang sempurna sesuai dengan bentuk yang Dia kehendaki.

Alihkanlah pandangan mata kepada diri anda, dan perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan tubuh ini dengan begitu sempurna, Dia menempatkan anggota-anggota tubuh ini pada tempatnya yang tepat, dan telah mengatur kegunaannya masing-masing.



Bersyukurlah pada Allah, karena tidak membuat wujudmu seperti bentuk anjing, keledai atau binatang lainnya. Karena itu Allah berfirman, 

Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.”

Apakah karena ketidakpedulianmu pada kewajiban-kewajibanNya, ataukah karena kalian menghina azabNya, ataukah karena kamu tidak beriman akan balasanNya?

Lantas apakah kamu pantas mengkufuri nikmat dari Dzat yang memberi, ataukah karena kamu mengingkari kebaikan Dzat yang berbuat baik? 

Semua itu tidak lain adalah karena kebodohan, kezhaliman, dan pembangkanganmu

Bukankah Allah telah memuliakanmu dengan diturunkannya Al-Qur'an, melimpahkan kepadamu berbagai kenikmatan, membimbing menuju kebaikan, menganugerahkan kepadamu kekuatan dan kesehatan serta akal yang sehat, lalu apa yang menjadikanmu menyimpang dari ketentuan Allah ? Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak memiliki alasan untuk berbuat hal itu.

Akan tetapi kamu membalas kenikmatan itu dengan kekufuran dan kemaksiatan, sungguh hal itu tidak dapat diterima dengan akal yang sehat .

Sesungguhnya firman Allah Ta’ala di atas mengandung isyarat jawabannya dari pertanyaan itu sendiri, yaitu bahwa yang menipu manusia adalah kedermawanan Allah ‘Azza Wa Jalla, pembebasan dan kelembutan-Nya, tetapi walau demikian, manusia tidak boleh tertipu dengan itu, karena Allah akan memenuhi kenikmatan bagi orang yang zhalim hingga saat Dia mengazabnya, tidak ada celah baginya, jika demikian maka apa yang menipumu dari Rabb mu? 

Jawabannya: Pemberian-Nya dan kelembutan-Nya, inilah yang melalaikan manusia dan menyebabkannya bergelimang kemaksiatan dan mendustakan, dan terus-menerus menyelisihi syari’at.

Ditambah, kejahilannya, kebodohannya.

Bodoh dalam bahasa Arab sering disebut jahil atau jahl.
Jahl adalah lawan kata 'ilm

Jahl secara bahasa berarti kasar tabiatnya, bersikap tidak ramah, berpaling dari, dan dungu, tolol dan naik darah. 
Sinonim dari kata jahl adalah al-khiffatu (kurang berfikir), istakhaffahu (meremehkan/menganggap ringan), fasakha (bodoh/lemah akalnya), dhafutu (bodoh/dungu), safaha (merendahkan/bodoh/tolol/jelek akhlaknya), ghalaza (kasar dalam perangai).

Ar-Raghib al-Ashfahaniy menjelaskan bahwa makna kata al-jahl dibedakan menjadi tiga tingkatan, pertama yakni kosongnya jiwa dari ilmu, dan ini merupakan makna asal. 
Kedua, meyakini sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan (tidak layak dipercayai). 
Ketiga, melakukan sesuatu yang salah (tidak sesuai dengan kebenaran), baik mengerjakannya itu dengan keyakinan bahwa pekerjaan itu benar atau meyakini bahwa perbuatannya itu memang salah.

Dengan kebodohan itulah, manusia melakukan kesalahan, maksiat dan dosa. Karena memang maksiat kepada Allah itu pada hakikatnya merupakan kebodohan. 
Sebagaimana ungkapan para sahabat, "Kullu man asha Allah fahuwa jahil. (Siapa saja yang bermaksiat kepada Allah maka ia adalah orang jahil/bodoh). 
Begitupula ungkapan dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu: "Barangsiapa yang melakukan keburukan/maksiat maka ia adalah orang jahil, karena kebodohannya maka ia melakukan kemaksiatan."

Kebodohan itu terjadi akibat manusia itu sering mengikuti 'ke-aku-annya' atau mengikuti hawa nafsunya
Abu Hayyan Al-Andalusi menjelaskan bahwa tidaklah ia menjadi demikian dungu-nya, kecuali tatkala ia dikuasai oleh hawa nafsu dan syahwatnya sehingga akal pikirannya dikendalikan oleh syahwatnya. Jadilah ia dungu dan bodoh tidak berakal bahkan menjadi budak syahwat dan nafsunya.

Namun di dalam kebodohan dan bergelimangnya manusia dalam kemaksiatan itu, terdapat ayat-ayat dari-Nya yang indah berupa janji ampunan. Bahwa taubat memang disediakan buat orang-orang yang bodoh. 

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An-Nisaa : 17).

Dalam ayat lain, "Bahwasanya barang siapa di antara kalian yang berbuat keburukan dengan kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan Mengadakan perbaikan, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-An'aam ; 54). "

Kemudian, Sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan dengan kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), Sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An-Nahl : 119)

Menilik ayat-ayat tersebut, manusia pun dilarang berputus asa untuk bertobat. 

Sebab manusia memang ditakdirkan bersalah dan sebaik manusia itu ialah yang segera memohon ampunan dan memperbaiki diri. Bersegera dalam taubat inilah yang menjadi keharusan bagi setiap manusia yang ingin selamat dunia akhirat.

Imam An Nawawi berkata, "Para ulama telah sepakat, bahwa bertaubat dari seluruh perbuatan maksiat adalah wajib; wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda, apakah itu dosa kecil atau dosa besar.

Imam Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya segera bertaubat kepada Allah dari perbuatan dosa hukumnya adalah wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda."

Taubat dengan segala derivasinya disebut dalam al-Quran setidaknya lebih kurang 107 kali. Kata taubat yang terbanyak terdapat pada surat at-Taubah (17), surat al-Baqarah (13), Surat an-Nisa (12), surat Hud (6), surat al-Maidah (5), Surat Ali-Imran (3) dan 1 kali di dalam surat-surat lain. Di dalam al-Quran, at-taubah menjadi nama salah satu surat.
 
Keistimewaan surat at-Taubah di antaranya tidak diawali dengan Basmalah (bacaan Bismillahirrahmaanirrahim), padahal 113 surat lainnya di awali dengan Basmalah. 
Di antara mufasir (ahli tafsir) menyebutkan bahwa di dalam surat ini banyak bicara mengenai orang munafik, musyrik dan kafir serta membongkar skandal yang pernah mereka lakukan. 
Oleh karena itulah Surat Taubah sering disebut juga al-Fadhiah (pembuka skandal) dan al-kasyifah (penyingkap).

Orang-orang yang berkarakter sebagaimana banyak dijelaskan dalam surat ini tidak pantas mendapat kasih sayang Allah, kecuali jika mereka mau bertaubat (makanya tidak diawali Bismillahirrahmaanirrahiim). 

Tapi, Allah tetap saja membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi mereka. 
"Jika mereka bertaubat, maka itu lebih baik buat mereka" 
"Jika kamu bertaubat itu akan lebih baik bagimu." 

Demikian bunyi banyak ayat dalam surat at-Taubah.

Memang ada rumusan taubat yang disusun ulama yakni mohon ampun, menyesal dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan salahnya

Namun sejatinya dalam Islam tidak ada rumusan yang sangat prosedural dan seremonial untuk bertaubat. 
Pemahaman taubat dalam Islam sangat sederhana dan bersifat personal bukan seremonial

Oleh karena itu, bersegeralah bertaubat.

Penutup

Kemaksiatan yang dilakukan manusia pada hakikatnya terjadi akibat kebodohan. Kebodohan timbul akibat tiada ilmu ataupun terlalu mengikuti hawa nafsu meskipun orang tersebut berilmu (tahu akan hal itu). 

Allah senantiasa membuka lebar pintu taubat bagi hamba-Nya. 

Bersegera melakukan taubat adalah keniscayaan sebab taubat adalah jalan yang mudah dan mempermudah jalan menuju kemuliaan. 

Referensi : 
https://tafsirweb.com/12220-surat-al-infitar-ayat-6.html
https://www.hariansib.com/detail/Mimbar-Agama-Islam/Kebodohan-dan-Sikap-Bersegera-dalam-Taubat
https://bekalislam.firanda.com/3495-doa-memohon-ketakwaan-dan-jiwa-yang-suci.html
https://rumahfiqih.com/fikrah-146-taqwa-dan-fujur-(dua-sisi-yang-berbeda).html

Comments

Popular posts from this blog

Beli Handsfree iPhone di "B2 Store original" di Tokopedia ?

Mematikan sppsvc.exe di Windows 10 karena bikin lambat

Ga bisa install plugin baru di Wordpress